
WASHINGTON - Persaingan mesin pencari internet semakin ketat. Sebagai raja dunia maya, Google tidak tinggal diam jika posisinya terancam para penantang baru. Hal ini memacu Google terus berinovasi, salah satu inovasi terbarunya adalah Google Squared.
Mesin pencari ini memang masih dalam tahap pengembangan. Berbeda dengan mesin pencari Google konvensional, Google Squared tidak lagi menghadirkan daftar link ke berbagai situs sebagai hasil pencariannya. Google menyadari hasil pencarian seperti ini lama kelamaan kurang efektif dan mulai tergeser oleh para pendatang baru di dunia mesin pencarian.
Untuk menjawab kebutuhan itu, Google Squared menghadirkan informasi hasil pencarian yang berasal dari pertanyaan dalam spreadsheet yang dinamakan 'square'.
Pengguna Google Squared kemudian dapat membangun, memodifikasi, dan menyempurnakan pertanyaan mereka melalui pencarian web, demikian keterangan yang dikutip dari AFP, Kamis (4/6/2009).
"Tidak seperti mesin pencari Google saat ini, Google Squared tidak menemukan halaman web mengenai topik yang tengah Anda cari. Melainkan Squared akan otomatis mengambil dan mengorganisir seluruh informasi dan fakta di seluruh link internet," kata juru bicara Google menjelaskan preview produknya.
Google pun mengklaim Squared akan sangat berguna ketika pengguna ingin melakukan pencarian yang sangat banyak guna menemukan informasi yang mereka inginkan.
"Pada dasarnya Squared mencari situs untuk menemukan jenis informasi yang mungkin menarik bagi Anda, kemudian menggali dan mempresentasikannya sehingga lebih mudah dimengerti," tandas juru bicara tersebut. (srn)
Sumber:Okezone

TOKYO - Kehadiran Facebook dan situs jejaring lainnya semakin menantang Google dalam kapasitasnya sebagai raja mesin pencari online.
Hal ini diakui Manager Produk Google, Ken Tokusei. Menurut Tokusei, seiring dengan bertambahnya jumlah pengakses internet yang mencari berbagai informasi melalui beragam media online setiap harinya membuat hasil pencarian dan serentetan daftar link standar yang disediakan Google dinilai tak lagi cukup dipercaya.
Tokusei mencontohkan jika pengakses mencari informasi mengenai restoran atau penyedia layanan perawatan tubuh, mereka akan lebih mempercayai informasi yang direkomendasikan melalui teman-teman mereka di situs jejaring sosial. Inilah salah satu kelebihan situs jejaring sosial dalam menyampaikan informasi.
"Kami tidak memiliki poin itu. Kelebihan pada situs jejaring sosial, hasil pencarian informasi datang dari seseorang yang dikenal oleh para pengakses," kata Tokusei, seperti yang dikutip dari News Yahoo, Selasa (26/5/2009).
Saat ini Google tengah berpikir untuk menyediakan perangkat agar pengguna dapat me-rating hasil pencarian dan menghilangkan link yang tidak sesuai. Namun hal ini masih dalam tahap pengembangan.
Seiring dengan meningkatnya pengalaman dan pengetahuan para pengakses internet, mereka juga mengharapkan jawaban yang lebih terpercaya atas semua daftar pertanyaan mereka.
"Ini adalah masalah menentukan jenis informasi apa yang dicari oleh pengakses. Namun kami akan selalu menyediakan hasil pencarian terbaik dengan menghadirkan link yang dapat secara akurat memenuhi keinginan si pengakses," kata Tokusei.

LONDON - Wolfram Alpha adalah mesin pencari baru yang bisa merombak cara kita menggunakan website. Sebagai pesaing baru Google, kemampuannya sering dibanding-bandingkan dengan seniornya.
Sejak peluncurannya pekan lalu, jutaan pengguna website penasaran ingin menjajal kemampuan mesin pencari baru teranyar ini.
Stephen Wolfram, pembuat website ini mengatakan pada 24 jam pertama Wolfarm Alpha memulai kehidupan onlinenya, dia telah menerima sekira 10.000 pesan feedback dari para pengguna.
"Feedback yang mereka kirimkan sangat bermanfaat dan menghibur. Mereka memberikan banyak saran bagi kemajuan Wolfarm Alpha di masa yang akan datang," ujarnya seperti yang dikutip dari Telegraph, Selasa (20/5/2009).
Beberapa tim analis berupaya membandingkan Wolfarm Alpha dengan Google untuk mengetahui kemampuan penting yang sering dibandingkan diantara keduanya.
Berikut adalah lima perbandingan Wolfarm Alpha dengan Google:
1. Perkiraan cuaca
Wolfram Alpha: Wolfarm Alpha yang mempresentasikan hasil pencarian secara grid-style nampak kurang memuaskan visual sebagaimana yang dilakukan Google. Namun Wolfarm Alpha menghadirkan informasi terkini mengenai temperatur, kondisi, kecepatan angin dan kelembaban relatif. Bahkan dilengkapi pula dengan data historis cuaca yang terjadi pada hari yang sama di tahun yang berbeda di masa lampau.
Google: Dengan hasil pencarian sebanyak 4.340.000, Google juga menyediakan sekilas laporan cuaca di daerah tertentu lengkap dengan data temperatur dan ramalan cuaca tiga hari ke depan.
Mana yang lebih baik? untuk penggunaan praktis, Google menang dalam hal ini. Sedangkan Wolfram Alpha memiliki kelebihan dalam menyediakan kata historis cuaca.
2) Berapakah 46 km per jam dalam hitungan kaki per detik?
Wolfram Alpha: Hasil dari Wolfram Alpha memberitahukan bahwa 46km per jam setara dengan 41,92 kaki per detik. Informasi ini sangat membantu kita dalam mengetahui kecepatan dalam meter per detik, mil per menit bahkan dalam satuan knot.
Google: Meski Google dapat melakukan banyak tugas konversi dan penghitungan hanya dengan mengetikkan 1,8m in ft misalnya, namun Google harus mengakui keunggulan Wolfarm Alpha dalam hal ini. Jika pengguna ingin mendapatkan jawaban pertanyaan seperti ini secara tepat melalui Google, harus menghindari pengetikkan akronim. Sedangkan Wolfarm Alpha bisa melakukan hal ini lebih baik.
3) Plot Ai(x)
Wolfram Alpha: Ketika mengetikkan kalimat ini, analis sendiri tidak tahu maksud pertanyaan ini. Namun Wolfarm Alpha merespon dengan menampilkan dua grafik yang diyakini merupakan sense of mathematic yang jenius yang dimiliki oleh Wolfarm Alpha.
Google: Bagaimana dengan Google? mesin pencari ini menyediakan sebanyak 674.000 hasil pencarian yang tak berguna. Nyatanya, untuk hal ini Wolfarm Alpha bisa lebih tanggap dan jenius dalam merespon pertanyaan-pertanyaan sulit semacam ini.
4) Karakter dalam Star Wars
Wolfram Alpha: Mesin pencari ini merespon pertanyaan dengan jawaban Spock-like, nampaknya Wolfarm Alpha sendiri nampak tidak yakin dengan jawaban yang dihasilkan dalam mesin pencarian.
Google: Hasil pencarian teratas pada Google menampakkan link ke halaman situs Wikipedia yang menampilkan detaiol informasi karakter dalam Star Wars. Pencarian ini menambah keunggulan Google.
5) Gunung tertinggi
Wolfram Alpha: Secara mengejutkan, tidak menampakkan hasil apa-apa pada pencarian ini. Rupanya terjadi error input bahasa pada bar pencarian. Ketika diganti dengan kalimat yang benar, barulah Wolfarm Alpha menampilkan hasil pencarian lima gunung tertinggi. Namun dapat dilihat bahwa Wolfarm Alpha tidak memiliki kemampuan koreksi input bahasa otomatis.
Google: Sebaliknya, seperti yang telah diprediksi sebelumnya, Google lebih tanggap mengoreksi kesalahan input kalimat. Secara otomatis Google menghadirkan daftar 100 gunung tertinggi lengkap dengan data ketinggian, titik koordinat, dan kelengkapan data penunjang lainnya yang lebih komprehensif.
Label: Google, News, Wolfram Alpha
Google Luncurkan Product Search Bagi iPhone dan Android
Diposting oleh Mbunkz Site on Minggu, 10 Mei 2009
CALIFORNIA - Para pengguna yang memanfaatkan Google melalui PC ataupun sistem operasi Machintosh mungkin sudah tak asing lagi menemukan fitur pencari produk atau Product Search.
Tapi fungsi tersebut ternyata tidak tersedia pada perangkat browsing internet mobile seperti ponsel iPhone atau Android.
Dilansir melalui Cellphone, Minggu (26/4/2009), agaknya Google mendengar keluhan para pengguna yang menginginkan fitur tersebut bisa hadir pula pada perangkat mobile. Oleh karenanya, kini Google meluncurkan layanan Product Search bagi ponsel dengan sistem operasi Android dan juga iPhone.
Dengan begitu, ketika Anda berselancar di dunia maya melalui ponsel dan mengetik jenis nama produk pada mesin pencari Google, sederet hasil pencarian berbagai produk akan muncul pada ponsel Anda.
Melalui layanan Google ini Anda bisa memperoleh daftar hasil pencarian berdasarkan harga, rating produk, toko ataupun merek.
Sayangnya, untuk saat ini layanan Product Search pada perangkat mobile ini baru tersedia di Amerika dan Inggris. Namun juru bicara Google mengatakan ini merupakan langkah awal yang bagus. Rencananya layanan ini akan segera diluncurkan pula di negara dan platform lainnya.

